Komitmen peningkatan mutu pendidikan Islam terpadu di daerah kembali ditegaskan dalam Musyawarah Daerah (Musda) III Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Daerah Kabupaten Banyumas yang digelar Rabu (11/2/2026) di D’Gadren Cafe & 7 Resto Purwokerto. Mengusung tema “Bersinergi dan Berinovasi untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Kabupaten Banyumas,” forum ini menetapkan kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2030.
Musda yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri pimpinan Sekolah Islam Terpadu (SIT), perwakilan yayasan, perwakilan guru SIT se-Kabupaten Banyumas, serta jajaran pengurus JSIT Banyumas. Turut hadir perwakilan Pengurus JSIT Wilayah Jawa Tengah, yakni Ust. Fathurrahman, S.Pd., Gr. (Ketua Bidang 4 Pembinaan Orang Tua, Sosial Kemanusiaan, dan Kemitraan) dan Ust. Agus Riyanto, M.Pd. (Anggota Subbidang Pemberdayaan Lembaga).
Agenda utama Musda III adalah pergantian kepengurusan daerah. Sebelum penetapan dilakukan, panitia yang dipandu Ust. Adnan membentuk tim formatur untuk menyusun komposisi kepengurusan periode mendatang. Tim formatur melaksanakan musyawarah secara tertutup sebelum akhirnya mengumumkan hasilnya di hadapan peserta sidang.
Berdasarkan keputusan formatur, Ust. Yudi Eka Surahman, S.Pd., Kepala SDIT Harapan Bunda Purwokerto, ditetapkan sebagai Ketua JSIT Indonesia Daerah Kabupaten Banyumas periode 2026–2030. Ia akan didampingi tujuh pengurus lainnya dalam menjalankan program strategis organisasi lima tahun ke depan.
Ketua JSIT Banyumas periode sebelumnya, Ust. Sudwito, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan pemangku kepentingan yang telah berkontribusi selama masa kepemimpinannya. Ia menekankan pentingnya kesinambungan program dan penguatan kolaborasi antar-lembaga pendidikan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas sinergi yang telah terjalin. Semoga kepengurusan yang baru dapat melanjutkan dan menyempurnakan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam terpadu di Banyumas,” ujarnya.
Sementara itu, dalam pidato perdananya, Ust. Yudi Eka Surahman menegaskan bahwa kepemimpinan JSIT bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah besar dalam mengawal mutu pendidikan dan pembinaan generasi.
Ia juga mengajak seluruh elemen JSIT Banyumas untuk menjadikan momentum Musda III sebagai titik awal penguatan kolaborasi dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, JSIT Banyumas diharapkan mampu mengambil peran strategis dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan daerah, sekaligus memperkuat kontribusi Sekolah Islam Terpadu dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia, unggul, dan berdaya saing
–
#sditharapanbundapurwokerto #sekolahislam #sekolahsayangteman #sekolahislampurwokerto #jsitbanyumas