MENGETAHUI GAYA BELAJAR ANAK MELALUI MIR

Sekolah Harapan Bunda Purwokerto yang meliputi : TPA Baby Class , KBIT, TKIT, SDIT 01, SDIT 02 dan SMPIT membuka Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun pelajaran 2020 – 2021 dimulai tanggal 4 November 2019 secara online.

Untuk mengetahui gaya belajar anak  Sekolah Harapan Bunda mulai dari tingkat SDIT 01, SDIT 02 dan SMPIT menggunakan Metode MIR (Multiple Intelligences Research).

Multiple Intelligences Research(MIR) adalah sebuah riset atau penelitian untuk mengetahui kecenderungan kecerdasan seorang anak. MIR adalah hasil pengembangan dari Teori Multiple Intelligences (Kecerdasan Majemuk) yang ditemukan Dr. Howard Gardner, seorang Psikolog modern, pada 1983 di Harvard University.

MIR itu berupa alat riset yang akan mengetahui POTENSI setiap kecerdasan anak kita. Menurut Gardner, Kecerdasan itu berasal dari kebiasaan-kebiasaan. Alat ini digunakan untuk menggali kebiasaan-kebiasaan anak, sehingga hasil akhirnya akan muncul kecerdasan apa yang paling dominan pada diri anak tersebut.

Alat MIR ini ditemukan sendiri oleh Munif Chatib sudah melakukan penelitian detail tentang premis-premis mayor dan minor dengan uji validasi di setiap pertanyaan-pertanyaan kepada responden. MIR sudah digunakan sejak 2003 dan didaftarkan HAK CIPTANYA pada 11 September 2009. Secara resmi MIR disetujui dan dikeluarkan Hak Ciptanya pada 25 Maret 2009.

Apa manfaat MIR itu ?

1. Sekolah yang telah menggunakan MIR akan mempunyai informasi yang berharga tentang kondisi kecerdasan siswanya. Informasi yang berharga ini membawa manfaat bagi guru untuk menerapkan metode mengajar yang TEPAT dan SESUAI dengan gaya belajar siswanya. Metode mengajar adalah cara-cara yang efektif bagi guru menyampaikan informasi kepada siswanya agar informasinya mudah dipahami.
2. Pembagian Kelas Ketika hasil MIR sudah di tangan, sekolah mempunyai pedoman untuk melakukan pembagian kelas; ini bagi sekolah yang memiliki paralel lebih dari satu kelas.

Apa itu Multiple Intelligence?

Multiple intelligence adalah kecerdasan ganda yang dapat dimaknai sebagai kemampuan seseorang untuk menyelesaikan suatu masalah. Kecerdasan itu meliputi daya pikir dan perkembangan kognitif. Ada 4 perkembangan kognitif yang dicetuskan oleh Jean Piaget yaitu (1) sensorimotor pada anak usia 0-2 tahun, (2) praoperasioanal pada anak usia 2-7 tahun, (3) operasioanal konkret pada anak usia 7-12 tahun, (4) dan operasinal formal pada anak usia >12 tahun.

Tokoh dalam kecerdasan ganda ini dipelopori oleh Prof. Dr. Howard Gardner seorang psikologi dan ahli pendidikan dari Universitas Harvard AS. Hal ini dikenalkan melalui karya Gardner yang berjudul Frame of mind. Pada awalnya multiple intelligence yang dicetuskan hanya 8 jenis kecerdasan, tetapi seiring berkembangnya waktu dan pengetahuan multiple intelligence ini menjadi 9 kecerdasan, yaitu:

1.1. Inteligensi linguistik (linguistic intelligence)

Artinya kemampuan untuk menggunakan kata-kata secara efektif baik secara lisan maupun tertulis. Lingustik tertulis dapat dicontohkan dalam kemahiran mengarang puisi, cerpan dan lain-lain. Sedangkan lingustik lisan berupa kemahiran bercerita dan mendongeng.

2. 2. Inteligensi matematis-logis (logical -mathematical intelligence)

Artinya kemampuan yang berkaitan dengan penggunaan bilangan dan logika. Anak yang memiliki kecerdasan matematis logis biasanya mampu mengenal dan mengamati konsep jumlah, waktu dan prinsip sebab-akibat, mampu mengamati objek dan mengerti fungsi dari objek tersebut dan pandai dalam memecahkan masalah yang menuntut pemikran logis.

3. 3. Inteligensi ruang (spatial intelligence)

Yaitu kemampuan unutk menangkap dunia ruang visual secara tepat dan juga mengenal bantuk dan benda secara tepat. Anak yang mempunyai kecerdasan spatial ini biasanya senang mencoret-coret, menggambar, melukis, dan lain-lain.

4. 4. Inteligensi kinestetik-badani (bodily- kinesthetic intelligence)

Yaitu kemampuan untuk menggunakan tubuh dan gerak tubuh untuk mengekspresikan gagasan dan perasaan. Anak yang mempunyai kecerdasan kinestetik ini biasanya memiliki control pada gerakan keseimbangan, ketangkasan, dan keanggunan dalam bergerak, dan menyukai pengalaman belajar nyata yang menggunakan fisik, senang menari, olahraga dan mengerti hidup sehat, suka menyentuh, memegang dan bermain dengan apa yang sedang dipelajari dan suka belajar yang suka terlibat secara langsung.

5. 5. Inteligensi musikal (musical intelligence)

Yaitu kemampuan untuk mengembangkan, mengekspresikan dan menikmati bentuk-bentuk musik dan suara, peka terhadapa ritme, melodi, dan intonasi serta kemampuan memainkan alat musik. Anak yang memiliki kecerdasan musical biasanya menyukai banyak alat music dan selalu tertarik untuk memainkan alat music, senang bernyanyi dan lain-lain.

6. 6. Inteligensi interpersonal(interpersonal intelligence)

Yaitu kemampuan untuk mengerti dan menjadi peka terhada perasaan, intense, motivasi, watak, temperamen orang lain. Anak yang memiliki kecerdasana interpersonal umumnya biasanya mengenal emosi diri sendiri dan orang lain, serta mampu menyalurkan pikiran dan perasaan dan mampu bekerja mandiri dan mengembangkan konsep diri secara baik.

7. 7. Inteligensi intrapersonal(intrapersonal intelligence)

Yaitu kemampuan yang berkaitan dengan pengetahuan akan diri sendiri dan  kemampuan untuk bertindak secara adaptif berdasar pengalaman diri serta mampu berefleksi dan keseimbangan diri, kesadaran tinggi akan gagasan-gagasan. Anak yang memiliki kecerdasan intrapersonal biasanya memiliki hubungan baik dengan orang lain, pandai menjalin hubungan sosial, memiliki kemampuan untuk memahami orang lain dan berkomunikasi dengan baik dan juga mampu menyesuaikan diri dengan kelompok yang berbeda.

8. 8. Inteligensi lingkungan /naturalis (naturalist intelligence)

Yaitu kemampuan untuk mengerti flora dan fauna dengan baik, menikmati alam, mengenal tanaman dan binatang dengan baik. Anak yang memiliki kecerdasan naturalis biasanya suka mengamati, menegnali, berinteraksi, dan peduli dengan objek alam, tanaman atau hewan dan juga gemar melakukan aktifitas outdoor seperti jalan-jalan.

9. 9. Inteligensi eksistensial(existentialintelligence)

Yaitu kemampuan yang berkaitan dengan kepekaan dan kemampuan seseorang untuk menjawab persoalan-persoalan terdalam keberadaan atau eksistensi manusia. Anak yang memiliki intelegensi eksistensial biasanya memiliki kesadaran tinggi dalam menjalankan kewajiban terhadap Tuhan dan memiliki upaya untuk menjadi lebih baik.*( dari berbagai Sumber )

Berita Lainnya

OSIS SMP IT Harapan Bunda Sukses Gelar Gebyar Bahasa

SMP IT Harapan Bunda Purwokerto melalui Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) sukses menggelar agenda Gebyar Bahasa 2020. Kegiatan yang dilaksanakan sejak hari Senin sampai Selasa (3-4/02/2020) itu merupakan gelaran besar pertama di bidang bahasa. Ketua Panitia Mulham Izdihar Azmi mengatakan, Gebyar Bahasa merupakan agenda besar OSIS selain PDK dan ini menjadi agenda perdana. “Kegiatan ini […]

RYAN MARTIAN: KEPERCAYAAN KUNCI PENTING DALAM DALAM BERKOMUNIKASI

LPIT Harapan Bunda Purwokerto sebagai mitra Human Initiatif Purwokerto mendapat kesempatan menimba ilmu dari Ryan Martian dalam agenda Capacity Building yang diselenggarakan hari Kamis, 25 Maret 2021. Kegiatan yang dilaksanakan secara offline itu menghadirkan narasumber Ryan Martian. Konsultan Pengembangan Sumber Daya Manusia itu memaparkan tentang pilar dalam komunikasi, salah satunya adalah membangun kepercayaan. Kepercayaan yang […]

Sebut Saja Riko

Sebut saja namanya Riko. Umurnya hampir 10 tahun. Kehadirannya tampak mencolok diantara siswa-siswi kelas 1 SDIT Harapan Bunda. Dulu, sebelum mereka mengenal dekat siapa Riko, mereka kerap bertanya mengapa ada siswa berbadan besar yang masih cadel di kelas mereka. Keributan mereka biasanya diakhiri dengan jurus manis dari guru pendamping Riko. “Karena Riko tidak beda dengan […]
© 2019 Harapan Bunda Purwokerto