Membangun Karakter Islami Sejak Pagi, Budaya Shalat Berjamaah Menjadi Budaya Pendidikan di SDIT Harapan Bunda Purwokerto

Membangun Karakter Islami Sejak Pagi, Budaya Shalat Berjamaah Menjadi Budaya Pendidikan di SDIT Harapan Bunda Purwokerto

16 July 2026

Kategori Berita

Informasi Umum

Dipublikasikan

16 July 2026

Pengunggah

SD IT Harapan Bunda

Bagikan

Suasana khusyuk mengawali setiap aktivitas pembelajaran di SDIT Harapan Bunda Purwokerto. Sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, seluruh peserta didik terlebih dahulu melaksanakan Shalat Dhuha dan dzikir pagi secara bersama-sama di kelas masing-masing. Pembiasaan tersebut menjadi salah satu budaya sekolah yang terus dijaga sebagai ikhtiar membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga kuat dalam keimanan dan berakhlak mulia.

Budaya ibadah harian ini diterapkan kepada seluruh peserta didik setiap hari dengan pendampingan langsung dari wali kelas. Sejak pagi, siswa dibimbing untuk melaksanakan Shalat Dhuha yang dilanjutkan dengan dzikir pagi sebagai bentuk ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus mempersiapkan hati dan pikiran sebelum mengikuti rangkaian pembelajaran.

Foto pelengkap berita

Memasuki waktu Dzuhur, seluruh aktivitas pembelajaran dihentikan sejenak untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik menunaikan ibadah shalat. Peserta didik yang telah baligh melaksanakan Shalat Dzuhur berjamaah di Aula Lantai 3, sedangkan peserta didik yang belum baligh tetap melaksanakan shalat berjamaah di kelas masing-masing dengan bimbingan guru. Pelaksanaan ini menjadi bagian dari proses pembinaan ibadah yang disesuaikan dengan tahap perkembangan peserta didik.

Shalat berjamaah juga menjadi sarana menumbuhkan jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, dan keberanian. Petugas adzan dijadwalkan secara bergiliran dari kalangan peserta didik sehingga setiap anak memperoleh kesempatan untuk belajar mengumandangkan adzan dengan baik. Setelah adzan dikumandangkan, para peserta didik memanfaatkan waktu menunggu jamaah berkumpul dengan melaksanakan murojaah hafalan Al-Qur'an secara bersama-sama. Suasana tersebut menghadirkan lantunan ayat-ayat suci yang menggema di lingkungan sekolah, sekaligus menjadi pembiasaan untuk menjaga hafalan Al-Qur'an di tengah aktivitas belajar. Sementara itu, para ustadz mendapat jadwal bergiliran sebagai imam shalat untuk memberikan teladan dalam pelaksanaan ibadah sesuai tuntunan syariat.

Setelah Shalat Dzuhur berjamaah, seluruh peserta didik bersama guru melanjutkan dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT. Kegiatan kemudian ditutup dengan evaluasi harian yang menjadi ruang refleksi bagi guru dan peserta didik terhadap proses pembelajaran, kedisiplinan, adab, serta pembiasaan karakter yang telah dilaksanakan sepanjang hari.

Pembiasaan ibadah yang dilakukan secara konsisten tersebut menjadi salah satu identitas pendidikan di SDIT Harapan Bunda Purwokerto. Sekolah tidak hanya menghadirkan proses pembelajaran yang berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membangun lingkungan pendidikan yang menanamkan nilai-nilai Islam melalui praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Melalui rangkaian kegiatan yang dimulai dari Shalat Dhuha, dzikir pagi, murojaah Al-Qur'an, Shalat Dzuhur berjamaah, doa bersama, hingga evaluasi harian, sekolah berupaya menghadirkan pendidikan yang menyentuh aspek intelektual, spiritual, dan karakter peserta didik secara utuh.

Melalui budaya yang terus dipelihara ini, SDIT Harapan Bunda Purwokerto memperkuat komitmennya sebagai "Sekolah Qur'an, Sekolah Sayang Teman", yaitu menghadirkan pendidikan yang mengintegrasikan ilmu, iman, dan akhlak dalam setiap aktivitas, sehingga peserta didik tumbuh menjadi generasi Qur'ani yang berkarakter, berintegritas, dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat.

3sditharapanbundapurwokerto #sekolahquran #sekolahsayangteman #sekolahislampurwokerto