Siswa Kelas 8 SMP IT Harapan Bunda Belajar dari Masyarakat Desa Glempang

Siswa Kelas 8 SMP IT Harapan Bunda Belajar dari Masyarakat Desa Glempang

4 September 2026

Kategori Berita

Agenda Sekolah

Dipublikasikan

4 September 2026

Pengunggah

SMP IT Harapan Bunda

Bagikan

Siswa kelas 8 SMP IT Harapan Bunda Purwokerto mengikuti Kemah Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Sekolah Islam Terpadu (SIT) Banyumas di Desa Glempang, Kecamatan Pekuncen, Banyumas, 2–3 September 2026.

Kemah yang mengusung tema “Menguatkan Ukhuwah, Menumbuhkan Kemandirian, dan Membentuk Pramuka Berkarakter Islami” tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar di luar lingkungan sekolah. Selama dua hari, mereka tidak hanya mengikuti aktivitas kepramukaan, tetapi juga berinteraksi dengan peserta dari sekolah lain, masyarakat, dan pelaku usaha di Desa Glempang.

Pertemuan dengan peserta dari berbagai pangkalan menjadi bagian dari pengalaman tersebut. Para siswa berbaur dengan peserta dari SDIT Harapan Bunda 1, SDIT Harapan Bunda 2, SDIT Cita Mulia, SDIT Insan Mulia, SDIT Generasi Mulia, SDIT Insan Harapan, SMPIT Harapan Bunda, dan SMPIT IKADI.

Kegiatan tersebut juga didampingi 73 Bina Damping yang membantu peserta selama pelaksanaan kemah.

Salah satu pengalaman yang menarik bagi siswa adalah kegiatan jelajah alam yang membawa mereka lebih dekat dengan aktivitas masyarakat Desa Glempang. Alih-alih hanya menikmati suasana pedesaan, peserta diajak melihat secara langsung bagaimana masyarakat mengelola potensi yang ada di lingkungannya.

Beberapa lokasi menjadi tujuan kunjungan edukasi, mulai dari sentra industri telur asin dan yogurt, peternakan lebah dan kambing, hingga kebun timun.

Di tempat-tempat tersebut, siswa dapat melihat proses dan aktivitas yang selama ini mungkin hanya mereka kenal melalui buku atau pembelajaran di kelas. Mereka juga mendapatkan gambaran bahwa pertanian, peternakan, dan usaha pengolahan pangan merupakan bagian dari kehidupan sekaligus sumber penghidupan masyarakat.

Kunjungan tersebut melibatkan Kelompok Tani Mindajaya, Kelompok Tani Guyub, dan Kelompok Tani ABE Farm Desa Glempang.

Bagi siswa, pengalaman ini menjadi bagian dari pembelajaran yang mempertemukan pengetahuan dengan kehidupan nyata. Mereka belajar mengenali potensi desa, berinteraksi dengan masyarakat, sekaligus memahami bahwa ruang belajar dapat ditemukan di banyak tempat.