Hari Guru adalah momen istimewa, bukan hanya untuk guru yang masih mengajar hari ini, tapi juga untuk mengingat semua guru yang pernah kita temui sepanjang hidup. Guru yang mengajarkan huruf pertama, yang sabar menjelaskan pelajaran sulit, yang memberi nasihat saat kita salah, dan yang mendorong kita untuk tidak mudah menyerah.
Sebagai seorang guru, saya sering teringat guru-guru saya dulu. Cara mereka menanamkan rasa ingin tahu, kesabaran, dan ketekunan tetap melekat sampai sekarang. Hari Guru membuat kita berhenti sejenak dan merenung: betapa besar jasa mereka, meski kadang tidak kita sadari saat itu.
Mengingat guru-guru lama bukan sekadar nostalgia. Itu mengingatkan kita pada nilai-nilai yang mereka tanamkan, kejujuran, kerja keras, keberanian mencoba hal baru, dan menghargai orang lain. Nilai-nilai itu tetap relevan, bahkan ketika kita sudah dewasa.
Hari Guru mengajarkan satu hal penting: menghargai guru berarti menghargai proses belajar yang membentuk kita. Dan bagi siswa SMP, ini bisa dimulai dari hal sederhana—mengingat jasa guru, menghormati mereka, dan berusaha menjadi pribadi yang terus belajar.
Karena setiap kita punya guru yang meninggalkan jejak dalam hidup, dan setiap Hari Guru adalah kesempatan untuk mengenang dan berterima kasih pada mereka.