Belajar Bijak Bermedia Sosial, Siswa SMP IT Harapan Bunda Diajak Menjadi "Nahkoda" di Dunia Digital
Kategori Berita
Agenda Sekolah
Dipublikasikan
Pengunggah
SMP IT Harapan Bunda
Bagikan
PURWOKERTO – Media sosial telah menjadi bagian dari keseharian remaja. Namun, di balik kemudahan mengakses informasi dan berinteraksi, tersimpan tantangan yang membutuhkan kedewasaan dalam bersikap. Berangkat dari kesadaran tersebut, siswa SMP IT Harapan Bunda Purwokerto mengikuti sesi edukasi bertajuk "Menjadi Nahkoda di Samudra Digital" yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Sofia Robbani (Ustadz Bani).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pembinaan karakter siswa. Materi tidak hanya membahas etika menggunakan media sosial, tetapi juga mengajak siswa memahami bahwa memasuki usia remaja berarti mulai bertanggung jawab atas setiap pilihan dan jejak digital yang mereka tinggalkan.
Dalam penyampaiannya, Ustadz Bani mengajak siswa melihat media sosial sebagai sebuah "samudra" yang luas. Teknologi, menurutnya, hanyalah alat. Yang menentukan arah perjalanan adalah kemampuan seseorang mengendalikan diri ketika berhadapan dengan berbagai informasi, tren, maupun godaan di ruang digital.
Siswa juga diajak menyadari bahwa setiap unggahan, komentar, maupun pesan yang dibagikan akan meninggalkan jejak. Karena itu, sebelum menekan tombol kirim, mereka perlu membiasakan diri berhenti sejenak untuk mempertimbangkan dampak dari setiap tindakan.
Sebagai bekal praktis, siswa diperkenalkan tiga pertanyaan sederhana sebelum membagikan suatu konten: apakah informasi tersebut benar, apakah memang perlu dibagikan, dan apakah disampaikan dengan cara yang baik. Tiga pertimbangan tersebut diharapkan menjadi kebiasaan dalam berinteraksi di media sosial maupun platform digital lainnya.
Selain itu, siswa diajak berdiskusi mengenai fenomena mencari pengakuan melalui jumlah likes dan komentar di media sosial. Melalui berbagai contoh kasus, mereka belajar bahwa nilai diri tidak ditentukan oleh respons di dunia maya, melainkan oleh karakter, tanggung jawab, dan bagaimana mereka menggunakan teknologi untuk menghadirkan manfaat bagi orang lain.
Materi ditutup dengan aktivitas refleksi dan studi kasus yang mengajak siswa berlatih mengambil keputusan dalam berbagai situasi yang sering mereka jumpai di media sosial, seperti menghadapi hoaks, perundungan digital, hingga tekanan mengikuti gaya hidup tertentu. Harapannya, siswa tidak hanya menjadi pengguna media sosial yang cakap secara teknologi, tetapi juga mampu berpikir jernih, bertanggung jawab, dan menjaga adab dalam setiap interaksi di ruang digital.
Informasi Terbaru
Upacara Gabungan Buka Latihan Pramuka, SDIT Harapan Bunda Pu...
Peringati Hari Anak Nasional 2026, SDIT Harapan Bunda Purwok...
Siap Menapaki Jenjang Baru, Siswa Kelas VI SDIT Harapan Bund...
Tutup MPLS dengan Outbound, Siswa Baru SMP IT Harapan Bunda...
Membangun Karakter Islami Sejak Pagi, Budaya Shalat Berjamaa...